Pusat Ilmu Secara Detil

Memahami Fitur-Fitur Pada Netbeans

Memahami Fitur-Fitur Pada Netbeans

Tutorial pemrograman java pada kesempatan ini akan membahas tentang fitur-fitur di Netbeans.

Dalam pembuatan program java, ada beberapa IDE (Integrated Development Editor) yang dapat digunakan untuk mengdevelop aplikasi java seperti : Blue J, JCreator, Eclipse dan Netbeans. Disini kita akan menggunakan IDE Netbeans karena menawarkan beberapa kelebihan yang berguna bagi kita ketika sedang mengdevelop sebuah program java.

Code Template

Ketika kita sedang membuat program, hal yang terpenting adalah algoritma. Namun urusan syntax juga berpengaruh agar kode program tidak menjadi error. Disamping kesalahan syntax, kecepatan penulisan syntax sangat membantu disaat kita terlibat dalam program yang besar.

Dalam bahasa java, ketika kita ingin mencetak output kita menggunakan System.out.println();Nah pada netbean kita cukup menuliskan sout, kemudian tekan Tab pada keyboard maka secara otomatis akan terbuat System.out.println();. Inilah yang disebut dengan code template

Contoh lain, misal kita akan membuat sebuah variabel dengan modifier : private static final, maka cukup ketikkan psf, lalu tekan Tab maka akan terbentuk private static final

Untuk melihat code template apa aja yang didukung pada Netbeans anda, bahkan kita dapat menambahkan juga code template buatan sendiri dengan mengklik Tools-Options, lalu pilih pada Editor kemudian klik tab Code Templates seperti yang ditunjukkan oleh Gambar dibawah ini :

Merubah Nama Class

Jika pada saat mengcreate project, kemudian kita berkeinginan merubah nama class tersebut, maka tinggal klik pada nama class tersebut, lalu klik refactor - kemudian pilih Rename. Gantilah nama class yang kita inginkan seperti yang ditunjukkan oleh Gambar dibawah ini :


Penggunaan refactor dengan pemilihan rename, bukan hanya bisa merubah nama class namun bisa juga untuk merubah nama method, nama package serta nama field juga.

Mengganti Code Block Dengan Sebuah Method

Misalkan kita memiliki kode program sebagai berikut :
public class JavaApplication5 {
    public static void main(String[] args) {
        int val1 =5;
        System.out.println(val1);
        System.out.println("Pusat Ilmu");
    }
}
Lalu kita mau membuat method dengan menempatkan mulai baris int val1=5 sampai dengan System.out.println(val1) dalam sebuah method yang kita berinama cetak (), maka kita dapat melakukannya dengan mengblok pada area yang diinginkan, lalu klik refactor-pilih introduce-pilih Method.


Berikan nama method yang diinginkan serta access modifiernya seperti contoh pada gambar dibawah ini :


Sehingga akan dihasilkan kode program sebagai berikut :
public class JavaApplication5 {

    public static void main(String[] args) {
        cetak();
        System.out.println("Pusat Ilmu");
    }

    public static void cetak() {
        int val1 =5;
        System.out.println(val1);
    }
}


Merapikan Kode Program

Misalkan kita memiliki kode program yang kurang rapi seperti dibawah ini :
public class JavaApplication5
         {
    public static void main(String[] args) {
        
        System.out.println("Pusat Ilmu");
           System.out.println("Pusat Ilmu");
              System.out.println("Pusat Ilmu");
        System.out.println("Pusat Ilmu");
              System.out.println("Pusat Ilmu");
                                             }
           }
maka kita dapat merapikannya dengan klik kanan-lalu klik Format

Membuat Method Setter dan Getter

Dalam konsep encapsulation, kita membutuhkan method  setter dan getter. Misalkan kita memiliki kode program dimana field yang diset private:
public class Person {
    private String nim;
    private String nama;
}
Untuk membuat method setter dan getter, klik Refactor-Pilih Encapsulate Fields.Lalu pilih field mana yang akan dibuat method setter dan getter. Kemudian klik tombol Refactor agar terbuat method setter dan Getter.

Share this:

You Might Also Like:

Disqus Comments